Latest Post
Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Pulau Yang Unik, Muncul dan Tenggelam

journeyindonesia.blogdetik.
Pernakah Anda mendengar kabar adanya pulau yang hanya muncul pada siang hari dan akan tenggelam pada malam hari?

Di Bontang Kalimantan Timur terdapat pulau aneh bernama Pulau Segajah.  Pulau ini terletak di wilayah Bontang Kuala.

Anda hanya bisa berkunjung di pulau ini saat siang hari, lebih tepatnya ketika air laut surut. Ketika air laut pasang, pulau Segajah seolah tenggelam dan tidak terlihat.

Pulau ini memiliki pasir yang putih, karena seluruh kotoran yang ada pasti terikut oleh arus air.  Air lautnya sangat jernih hingga terlihat dasar lautnya yang dihuni oleh banyak sekali bintang laut.

Untuk dapat mengunjungi pulau ini, wisatawan bisa menyewa perahu yang ada di Bontang Kuala, perjalanannya lebih kurang ditempuh sekitar 20 menit.

Kejernihan pantai di Pulau Segajah ini akan membuat Anda terpesona dengan keanekaragaman biota lautnya. Selain snorkeling dan diving, Anda juga bisa menikmati keindahan pemandangan pasir putihnya yang meneduhkan pandangan.

Pulau Segajah

Daya tarik Pulau Segajah adalah adanya pembatasan waktu berkunjung. Karena wisatawan yang ingin berkunjung hanya bisa datang pada siang hari di saat laut surut. Karena pulau ini akan hilang ketika laut pasang.

Namun, jangan khawatir jika terlambat datang. Anda masih bisa melakukan wisata fotograpi di sekitar pulau. Dengan kejernihan air lautnya juga kegiatan tradisional, adat istiadat penduduk Bontang.

Bagi Anda pecinta kuliner unik. Anda tak rugi mengunjungi Pulau Segajah di Bontang ini. Karena bila keadaan laut sedang surut, masyarakat sekitar sering mencari kerang untuk dikonsumsi. Uniknya kerang ini diolah menjadi sambal goreng dan hanya dapat ditemukan ketika perayaan adat di wilayah Bontang Kuala.









Sumber:
suarakawan
perempuan
apakabardunia.com

Pesona Wisata Danau Ranau Oku Selatan

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Peta Danau Ranau
DANAU RANAU meliputi wilayah Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari Palembang, 130 km dari Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari Palembang.

Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.Luas Danau Ranau sekitar 8×16 km dengan latar belakang Gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari suhu berkisar 20° - 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″ bujur timur.

Secara geografis, topografi danau ranau adalah perbukitan berlembah, sehingga menjadikan danau Ranau memiliki cuaca sejuk. Terdapat beberapa jenis ikan hidup di danau, antara lain mujair, kepor, kepiat, dan harongan.

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Posted By; Zona Kito.blogspot

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Pemandangan seputar Danau Ranau sungguh menakjubkan. Apaladi di tengah danau terdapat pulau bernama Pulau Marisa. Di sana juga terdapat sumber air panas. Sebagai tujuan wisata,  wilayah ini kaya potensi karena masih ada objek pendukung seperti air terjun hingga resort.
http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Asal Usul Danau Ranau

" Menurut cerita, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan itu. Lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air.

Sekeliling danau ditumbuhi berbagai tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakan Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau Selengkapnya

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Dokumentasi; by Kismansya Yrf

           Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa.

Pulau Marisa sebenarnya daratan yang terpisah dari kaki Gunung Seminung karena genangan air danau. Di daratan yang luasnya tidak lebih dari satu hektar itu terdapat pohon-pohon kelapa, dan pengunjung bisa sekadar mampir untuk menikmati keindahan secuil daratan itu.
http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html

Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam nan elok. Gunung Seminung  menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latar belakang dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi pagar pembatas panggung megah itu.

Hamparan sawah hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang. Butir-butir kopi yang merah seakan-akan menjadi pemanis keindahan itu. Keelokan itu menjadi lengkap dengan bingkai indah pantai berpasir dan kerikil putih di sepanjang tepian.
http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Danau Ranau Yg Diabadiakan Oleh salah Seorang warga Belanda Tahun 1926
( gambar pernah Dimuat Di Blog Jhoni Lodeh.Blogspot)




Penduduk sekitar danau menurutkan banyak kisah yang menceritakan asal usul Danau Ranau. Meskipun secara teori ilmiah diyakini danau ini terjadi akibat gempa tektonik, seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Maninjau di Sumbar, sebagian besar masyarakat sekitar masih percaya danau ini berasal dari pohon ara. Konon, di tengah daerah yang kini menjadi danau itu tumbuh pohon ara sangat besar berwarna hitam.

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html

http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html

Cerita Adat

"Konon masyarakat dari berbagai daerah seperti Ogan, Krui, Libahhaji, Muaradua, Komering, berkumpul di sekeliling pohon. Mereka mendapat kabar jika ingin mendapatkan air, harus menebang pohon ara tersebut. Masyarakat dari berbagai daerah itu berkumpul dengan membawa makanan seperti sagon, kerak nasi, dan makanan lainnya.

Persis saat akan menebang pohon, masyarakat kebingungan cara memotongnya. Ketika itulah muncul burung di puncak pohon mengatakan warga harus membuat alat berbentuk mirip kaki manusia. Mereka membuat alat menggunakan batu dengan gagang kayu. Akhirnya pohon ara pun tumbang.

Dari lubang bekas pohon ara itu keluar air dan akhirnya meluas hingga membentuk danau. Sementara pohon ara yang melintang kemudian membentuk Gunung Seminung. Karena marah, jin di Gunung Pesagi meludah hingga membuat air panas di dekat Danau Ranau. Sedangkan serpihan batu dan tanah akibat tumbangnya pohon ara menjadi bukit di sekeliling danau.
"




http://kecipung.blogspot.com/2013/10/pesona-wisata-danau-ranau-oku-selatan.html
Foto; Salah Satu Peninggalan Sejarah Megalitikum
Diyakini Sebagai makam Sipahit Lidah "dikeramatkan Oleh warga Sekitar"
Masih di sisi Danau Ranau, tepatnya di Pekon Sukabanjar, berseberangan dengan Lombok, terdapat kuburan yang diyakini masyarakat sebagai makam Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat. Makam keduanya terletak di kebun warga Sukabanjar bernama Maimunah. Untuk menuju ke lokasi, selain naik perahu motor dari Lombok, bisa juga dengan berkendaraan.

Menurut juru kunci kuburan, H Haskia, di sini terdapat dua buah batu besar. Satu batu telungkup diyakini sebagai makam Si Pahit Lidah dan satu batu berdiri sebagai makam Si Mata Empat. Si Pahit Lidah disebut sebagai Serunting Sakti dari Kerajaan Majapahit. Karena dianggap nakal, Si Pahit Lidah yang bernama asli Raden Sukma Jati ini oleh raja diusir ke Sumatera. Akhirnya, dia menetap di Bengkulu, Pagaralam, dan Lampung.Si Pahit Lidah memiliki kelebihan, yakni setiap apa yang dikemukakannya terkabul menjadi batu. Akibatnya, Si Mata Empat dari India mencarinya hingga bertemu di Lampung, tepatnya di Way Mengaku. Di Way Mengaku keduanya saling mengaku nama. Lalu, keduanya beradu ketangguhan.

Sumber : oganulucomunity.blogspot.com

Asal Usul & Legenda Danau Ranau Oku Selatan

Asal Usul & Legenda Danau Ranau Oku Selatan
Danau Ranau
Menurut cerita, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan itu. Lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air.

Sekeliling danau ditumbuhi berbagai tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakan Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.

Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa.

Pulau Marisa sebenarnya daratan yang terpisah dari kaki Gunung Seminung karena genangan air danau. Di daratan yang luasnya tidak lebih dari satu hektar itu terdapat pohon-pohon kelapa, dan pengunjung bisa sekadar mampir untuk menikmati keindahan secuil daratan itu.

Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam nan elok. Gunung Seminung  menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latar belakang dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi pagar pembatas panggung megah itu.

Hamparan sawah hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang. Butir-butir kopi yang merah seakan-akan menjadi pemanis keindahan itu. Keelokan itu menjadi lengkap dengan bingkai indah pantai berpasir dan kerikil putih di sepanjang tepian.

Kawasan Danau Ranau belum digarap dengan sungguh-sungguh. Promosi pariwisata yang digalang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, lewat Festival Danau Ranau belum memancing minat investor secara maksimal. Promosi yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat lewat Festival Teluk Setabas pun hingga kini belum mendatangkan investasi.

Danau Ranau dari sisi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan maupun Liwa, Lampung Barat, sama-sama indah. Wisatawan ingin kembali ke sana, meskipun hanya berperahu atau sekadar menikmati deburan ombak. Pesona Danau Ranau tetap mengundang keinginan datang kembali.

Pengunjung yang tidak suka berperahu bisa menghabiskan waktu dengan beristirahat di penginapan. Di tepi Danau Ranau terdapat beberapa penginapan, yakni Seminung Lumbok Resort, Kotabatu di Banding Agung, dan cottage PT Pusri di Sukamarga.

Di kawasan wisata itu juga terdapat obyek tambahan bagi pengunjung, yakni air panas  dengan kekhasan sendiri, karena mengalir langsung dari lubang-lubang di tebing. Air panas yang mengandung kadar belerang cukup tinggi ini terletak di Desa Air Panas di kaki Gunung Seminung. Lokasinya persis di seberang cottage milik PT Pusri di Sukamarga. Perjalanan dengan perahu motor dari Sukamarga ke lokasi air panas hanya sekitar 20 menit.

Pengunjung bisa datang kapan saja dan menikmati air panas yang tak pernah habis mengucur dari perut bumi tersebut. Saat berperahu motor di danau dengan tujuan air panas, pesona keindahan Danau Ranau pun begitu terasa. Ombaknya tidak terlalu besar, airnya biru bening, dan pesona alam sekelilingnya yang bergunung-gunung, niscaya memberi kesan mendalam bagi pengunjung.

Air panas di tepian Danau Ranau mengucur langsung dari celah-celah kaki Gunung Seminung. Ketika kaki dicelupkan ke aliran air tersebut, rasa panas langsung menyengat. Pengunjung tidak sekadar mandi di air hangat. Air panas itu dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Bagi pengunjung yang tidak mandi, mereka bisa menikmati keindahan danau di sekitar air panas dengan duduk-duduk di warung atau dermaga. Sejumlah warung makanan terdapat di lokasi itu, berdampingan dengan kolam air panas. Di warung-warung inilah dijajakan hasil alam Gunung Seminung, terutama alpokat dan petai.

Legenda

Tempat wisata dalam wilayah Lampung Barat terletak di Desa Lombok. Di sini telah dibangun daerah wisata terpadu meliputi hotel, tempat penangkaran rusa dan lain-lain. Rumah penduduk juga dijadikan tempat menginap wisatawan, sehingga mereka bisa merasakan tinggal di rumah panggung.

Penduduk sekitar danau menurutkan banyak kisah yang menceritakan asal usul Danau Ranau. Meskipun secara teori ilmiah diyakini danau ini terjadi akibat gempa tektonik, seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Maninjau di Sumbar, sebagian besar masyarakat sekitar masih percaya danau ini berasal dari pohon ara. Konon, di tengah daerah yang kini menjadi danau itu tumbuh pohon ara sangat besar berwarna hitam.

Konon masyarakat dari berbagai daerah seperti Ogan, Krui, Libahhaji, Muaradua, Komering, berkumpul di sekeliling pohon. Mereka mendapat kabar jika ingin mendapatkan air, harus menebang pohon ara tersebut. Masyarakat dari berbagai daerah itu berkumpul dengan membawa makanan seperti sagon, kerak nasi, dan makanan lainnya.

Persis saat akan menebang pohon, masyarakat kebingungan cara memotongnya. Ketika itulah muncul burung di puncak pohon mengatakan warga harus membuat alat berbentuk mirip kaki manusia. Mereka membuat alat menggunakan batu dengan gagang kayu. Akhirnya pohon ara pun tumbang.

Dari lubang bekas pohon ara itu keluar air dan akhirnya meluas hingga membentuk danau. Sementara pohon ara yang melintang kemudian membentuk Gunung Seminung. Karena marah, jin di Gunung Pesagi meludah hingga membuat air panas di dekat Danau Ranau. Sedangkan serpihan batu dan tanah akibat tumbangnya pohon ara menjadi bukit di sekeliling danau.

Masih di sisi Danau Ranau, tepatnya di Pekon Sukabanjar, berseberangan dengan Lombok, terdapat kuburan yang diyakini masyarakat sebagai makam Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat. Makam keduanya terletak di kebun warga Sukabanjar bernama Maimunah. Untuk menuju ke lokasi, selain naik perahu motor dari Lombok, bisa juga dengan berkendaraan.

Menurut juru kunci kuburan, H Haskia, di sini terdapat dua buah batu besar. Satu batu telungkup diyakini sebagai makam Si Pahit Lidah dan satu batu berdiri sebagai makam Si Mata Empat. Si Pahit Lidah disebut sebagai Serunting Sakti dari Kerajaan Majapahit. Karena dianggap nakal, Si Pahit Lidah yang bernama asli Raden Sukma Jati ini oleh raja diusir ke Sumatera. Akhirnya, dia menetap di Bengkulu, Pagaralam, dan Lampung.

Si Pahit Lidah memiliki kelebihan, yakni setiap apa yang dikemukakannya terkabul menjadi batu. Akibatnya, Si Mata Empat dari India mencarinya hingga bertemu di Lampung, tepatnya di Way Mengaku. Di Way Mengaku keduanya saling mengaku nama. Lalu, keduanya beradu ketangguhan.

Salah satu yang dilakukan adalah memakan buah berbentuk seperti aren. Ternyata buah aren itu pantangan bagi Si Pahit Lidah. Karena makan, ia  tewas. Sementara Si Mata Empat yang mendengar kabar lidah Si Pahit Lidah beracun tidak percaya dan mencoba menjilatnya. Akhirnya, dia pun tewas. Peristiwanya, menurut penuturan H Haskia, terjadi di Pulau Pisang. Lalu, kuburannya ditemukan di pinggir Danau Ranau.(Dari berbagai sumber)

Keindahan Senja di Candi Boko

Nama Candi Boko mungkin tidak setenar Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Namun, keindahan dan nilai historisnya tidak bisa dibilang kalah dengan kedua candi tersebut, serta menyimpan eksotisme tersendiri. Dilihat dari kontur dan arsitektur bangunannya, dahulu Candi Boko diperkirakan merupakan istana tempat tinggal para raja.

Candi Boko merupakan sebuah kompleks istana yang terhampar diatas permukaan tanah seluas 250.000 m2 dan terbagi menjadi empat area yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Begitu masuk area kompleks Candi Boko, maka Anda akan segera disambut oleh puluhan rentetan anak tangga yang harus Anda susuri satu per satu. Setelah itu Anda akan menemukan restoran dan pusat informasi. Dari situ Anda masih harus berjalan untuk sampai ke Candi Boko.

Setelah berjalan beberapa saat Anda akan sampai di Candi Boko. Anda akan disambut dengan pemandangan yang menakjubkan; hamparan tanah luas yang ditumbuhi rumput hijau yang sangat segar dan sangat terawat kebersihannya, pepohonan yang sangat rindang, gazebo yang menawan dan tentunya Candi Boko yang sangat eksotis. Kelelahan akibat menyusuri jalan akan hilang seketika.

Candi Boko bukanlah tempat yang sulit untuk dikunjungi karena akses transportasi menuju kesana sangatlah mudah. Letaknya hanya 3 km dari Candi Prambanan yang terkenal itu. Jadi jika Anda dari arah Solo atau Klaten, maka harus menuju arah Piyungan setelah Candi Prambanan. Bagi Anda yang berangkat dari arah Jogja, sebelum pertigaan pasar Prambanan maka Anda harus berbelok ke kanan menuju arah Piyungan.

Karena letak kompleks Candi Boko berada di ketinggian 196 meter diatas permukaan laut, maka Anda akan dapat menikmati indahnya pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan yang berlatarkan Gunung Merapi. Tak heran jika banyak orang-orang yang sengaja mengunjungi kompleks Candi Boko pada pagi atau sore hari karena mereka ingin menikmati momen terbit dan tenggelamnya matahari yang terlihat sangat menakjubkan. Tak berlebihan kiranya jika kompleks Candi Boko merupakan salah satu spot terbaikyang berada di kawasan Jogja untuk menikmati senja.

Sumber : panduanwisatajogja.com
 
Support : Creating Website | Kecipung | Andhicka Sparda
Copyright © 2011. Kecipung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kecipung
Proudly powered by Blogger